Untuk membuat analisis regresi linier sederhana dengan variabel dependen (Y) adalah return saham dan variabel independen (X) adalah return pasar.
Y = α + β X
Y = return saham
α = intercept
β = koefisien regresi (mewakili nilai Beta)
X = return pasar
Analisis :
Hasil dari perhitungan regresi linier sederhana didapat persamaan sebagai berikut:
Y=0,001+0,771X
Alpha (dalam hal ini berarti intercept) diketahui sebesar 0,001, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta sebesar 0,771. Dengan persamaan regresi ini, maka kita dapat menghitung variabel dependen (Y) yang merupakan return saham dengan cara memasukkan variabel independen (X) yang merupakan return pasar ke dalam persamaan regresi ini.
Alpha(α) adalah indikator yang menunjukan selisih antara hasil investasi aktual dengan hasil investasi yang diharapkan atau tolak ukurnya(benchmark) untuk level resiko pasar(beta) tertentu. Nilai alpha positif menggambarkan bahwa kinerja portofolio investasi lebih baik daripada perkiraan sebelumnya, sedangkan nilai alpha negatif menunjukan kondisi sebaliknya, portofolio investasi kurang baik dibandingkan dengan tolak ukurnya. Pada hasil perhitungan didapatkan bahwa alpha memiliki nilai yang positif, hal ini menggambarkan kinerja portofolio yang saat ini memiliki investasi yang baik.
Saham-bei, 6 Mei 2008, http://www.saham-bei.com/alpha/fundamental-analisis/2008/03/22/
Beta yang merupakan suatu ukuran fluktuasi portofolio investasi atau individual instrument investasi dibandingkan dengan pasar (stock market), yang diwakili oleh index. Nilai beta pasar adalah 1, jika beta lebih dari 1 menggambarkan bahwa portofolio investasi lebih fluktuatif dibandingkan dengan pasar atau index. Tingkat fluktuasi ini juga menggambarkan resiko dari portofolio tersebut. Hasil perhitungan nilai beta dengan menggunakan rumus di atas didapatkan nilai beta sebesar 0,770551 dari nilai ini menunjukkan bahwa nilai pasar dari saham telkom tidak mengikuti pasar atau tidak berfluktuatif.
Saham-bei, 6 Mei 2008, http://www.saham-bei.com/beta/fundamental-analisis/2008/03/22/
Hasil perhitungan matematis dengan menggunakan rumus beta ternyata setelah dihitung diperoleh hasil beta saham sebesar 0,770551. Sedangkan dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil perhitungan koefisien regresi yang memperlihatkan nilai koefisien konstanta sebesar 0,001 dengan t hitung sebesar 0,350 dan nilai Sig sebesar 0,728. Koefisien beta adalah sebesar 0,771 dengan t hitung sebesar 8,760 dan nilai Sig sebesar 0,000. Nilai t tabel untuk uji ini adalah sebesar 1,673 yang diperoleh dengan alpha 5 % dan df sebesar 56 (57-1). Jika kita bandingkan nilai t hitung koefisien konstanta dengan t tabel, terlihat bahwa nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel (0,350<1,673)>1,673) dan nilai Sig lebih kecil dari alpha (5%), maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak Ho yang berarti koefisien beta signifikan secara statistik. Sehingga beta signifikan berpengaruh terhadap return saham.
Dapat dilihat bahwa dari hasil perhitungan matematis dengan menggunakan rumus beta dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan program SPSS diperoleh hasil yang sama yaitu sebesar 0,770551 (dibulatkan ke atas menjadi 0,771).
Kesimpulan:
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa beta saham Telkom menggambarkan tingkat resiko saham yang mana lebih rendah dan lebih menguntungkan. Hal ini dikarenakan saham yang mempunyai beta (systematic risk) lebih kecil dari satu (β<1) berarti saham tersebut mempunyai fluktuasi return yang lebih kecil dari pasar secara keseluruhan. Oleh karena itu, saham yang mempunyai beta (systematic risk) lebih kecil dari satu (β<1) biasa disebut sebagai saham lemah atau defensif stock. Saham dengan beta yang lebih kecil dari satu cenderung bergerak lebih lambat dari pergerakan pasar.
Hasil uji t menunjukkan bahwa alpha yang mewakili nilai intercept tidak mempengaruhi return saham secara signifikan. Hal ini berbeda dengan beta yang mempengaruhi return saham secara signifikan. Beta saham Telkom yang sebesar 0,771 atau berati beta saham Telkom < 1 menunjukkan bahwa resiko return saham untuk Telkom memiliki resiko yang lebih kecil dari return pasar (IHSG) sehingga saham Telkom relatif lebih aman untuk dibeli oleh para investor karena resikonya yang lebih kecil dari resiko pasar. Selain itu, beta berpengaruh positif terhadap return saham sebesar 0,771. Artinya, semakin besar beta maka akan memperbesar return saham Telkom sebesar 77,1 %. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya dalam bentuk saham pada perusahaan Telkom. Dengan demikian dalam melakukan investasi akan lebih menguntungkan investor bila menginvestasikan modalnya pada saham Telkom karena Telkom memiliki resiko yang lebih kecil dari resiko pasar (IHSG) dan beta sahamnya mampu meningkatkan return saham sebesar 77,1 %.
Jumat, 30 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)