Minggu, 24 Februari 2008

ANALISIS HARGA SAHAM PT. TELKOM

PEMBAHASAN



Grafik Harga Saham PT. TELKOM:





















JANUARI

11 Januari 2007

Harga saham Telkom pada pembukaan tanggal 11 januari 2007 mengalami kenaikan Rp 50 dari penutupan tanggal 10 Januari 2007, harga penutupan Rp 9.750,00 pada tanggal 10 dan pembukaan tanggal 11 menjadi RP 9.750,00. Kenaikan ini disebabkan karena PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp510,5 milyar untuk program Infusion 2008,sehingga PT Telkom mendapat kepercayaan dari pelanggan.

26 Januari 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) telah melakukan pembelian kembali (buy back) saham perseroan tanggal 25 Januari 2007 di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebanyak 750.000 lembar atau 2,24 persen dari total volume pasar saat itu yang mencapai 33.462.500 helai. Manajemen Telkom dalam laporannya kepada BEJ menjelaskan, pembelian saham dilakukan oleh PT Danareksa di harga Rp9.773 per helai. Dengan demikian jumlah saham yang telah dibuy back Telkom sampai tanggal 25 Januari baik di BEJ maupun New York Stock Exchange sebanyak 122.526.500 lembar dan sisa yang masih boleh dibeli sebanyak 885.473.464 saham.


FEBRUARI

9 Februari 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) diperkirakan menanggung kerugian antara Rp15-18 trilyun selama terjadinya musibah banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mengakibatkan terputusnya 132 ribu satuan sambungan telepon (SST). Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang berpotensi kehilangan pendapatan Rp6-8 milyar. Sementara potensi kehilangan pendapatan dari abonemen pelanggan mencapai Rp4-5 milyar, kehilangan traffic voice khusus di STO Semanggi II berkisar Rp2-2,5 milyar, kehilangan pendapatan dari rusaknya RK sekitar Rp0,5-1 milyar, kehilangan dari interkoneksi sekitar Rp1-1,6 milyar dan dari layanan internet Speedy sekitar Rp0,3-0,5 milyar. Ada nya kejadian ini menyebabkan harga saham pembukaan pada tanggal 9 Februari mengalami penurunan sebesar Rp 100,00 dari penutupan tanggal 8 Februari, dari harga Rp 9.300,00 ke harga 9.200,00.

16 Februari 2007

Harga saham telkom mengalami kenaikan terus menerus dari tanggal 14-16 Februari. Pembukaan harga saham Telkom pada tanggal 14 Februari mengalami kenaikan sebesar Rp 200,00 dari tanggal 13. Hal ini disebabkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memborong saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebanyak 4,85 juta lembar dalam rangka kelanjutan program buy back. Pembelian dilaksanakan pada 13 Februari 2007 sebanyak 1,85 juta helai di harga Rp 9.050 per saham. Pada tanggal 15 Februari harga saham mengalami kenaikan sebesar Rp 250,00 dari tanggal 14. Pada 14 Februari lalu emiten berkode TLKM itu kembali membeli 3 juta helai di harga Rp8.950. Pada tanggal 16 Februari harga saham naik sebesar Rp 100,00 dari tanggal 15. Dengan demikian jumlah saham yang telah dibeli lagi oleh perseroan baik di BEJ maupun New York Stock Exchange (NYSE) mencapai 149.715.500 lembar dari total yang diijinkan 1.007.999.964 lembar.

26 Februari 2007

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Arwin Rasyid menyatakan siap mundur jika Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 28 Februari mendatang menghendakinya. Arwin menegaskan, keputusan para pemegang saham merupakan yang terbaik bagi perseroan ban bagi dirinya menegang satu posisi merupakan hal biasa. Dirut Telkom mendapatkan resistensi dari dalam. Melalui komisaris PT Telkom yang mewakili pemerintah, diharapkan agar hal itu tdak berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Kinerja Telkom secara agregat memang menunjukkan peningkatan. Tetapi terjadi penurunan realisasi belanja modal (capex) yang kurang dari 25%," kata Sugiharto, di sela rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Senin (26/02). Isu ini menyebabkan harga saham Telkom menurun dari tanggal 27 Februari yang sebesar Rp 9100,00 menjadi Rp 8600,00 pada tanggal 28.


MARET

1 Maret 2007

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang baru Rinaldi Firmasyah memastikan langkah pertama yang akan ditempuhnya adalah menyelesaikan konflik internal yang terjadi selama ini. Rinaldi dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kemarin (28/02) menegaskan, tidak ada lagi kompetisi di internal Telkom. Yang harus dihadapi saat ini adalah persaingan di pasar telekomunikasi yang semakin ketat. "Masalah antara direksi dengan serikat pekerja tidak usah diperpanjang lagi," harapnya. Dengan adanya isu positif ini, maka berdampak pada kepercayaan pasar yang meningkat dengan naiknya harga saham pada penutupan tanggal 1 Maret Rp 9.150,00 (dari harga pembukaan tanggal 28 Februari Rp 8.900,00 menjadi Rp 9.150,00 pada tanggal 1 Maret).

15 Maret 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggandeng Singapore Telecommunication Limited (SingTel) untuk mengembangkan layanan komunikasi data global dengan sasaran perusahaan-perusahaan multi nasional. Dari 6.500 perusahaan besar yang ada di Indonesia saat ini, sekitar 20% nya merupakan perusahaan multi nasional dengan market size sebesar Rp2,5 trilyun dan perusahaan-perusahaan tersebut yang menjadi target perseroan. Dengan adanya kerjasama ini, maka harga saham terdongkrak naik sebesar 50 poin dari harga pembukaan Rp 9300,00 menjadi Rp 9350,00 saat penutupan.


APRIL

12 April 2007

Menteri Negara (Menneg) BUMN Sugiharto memperkirakan keuntungan yang diraih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) per 31 Desember 2006 bisa mencapai lebih dari Rp10 trilyun. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih yang diraih tahun 2005 sejumlah Rp7,993 trilyun. Dengan adanya hal ini, maka harga saham telkom mengalami kenaikan yang mencapai titik tertinggi Rp 10450,00 selama beberapa hari.

13 April 2007

Hingga kini jumlah saham yang telah dibeli kembali (buy back) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) baik di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES) dan New York Stock Exchange (NYSE) sudah mencapai 191.915.500 helai atau 19,0 persen dari total yang diijinkan untuk dibeli sebanyak 1.007.999.964 saham. Hal ini menyebabkan harga saham naik dari harga pembukaan Rp 10350,00 menjadi Rp 10400,00 saat penutupan atau naik sebanyak 50 poin.

27 April 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan menandatangani kesepakatan menjadi anggota Konsorsium Asia-America Gateway (AAG) di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini. Direktur Utama Telkom Firmansyah Rinaldi bersama dengan petinggi anggota AAG akan menandatangani construction and maintenance agreement (C&MA) dan supply contract agreement AAG. Kesepakatan ini diteken Telkom guna mengatasi keterbatasan bandwidth ke jaringan internet global dimana perseroan nantinya akan memiliki kuota internasional sebesar 30 gbps. Hal ini menambah kredebilitas telkom di mata internasional dan meningkatkan saham telkom sebesar 50 poin setelah penutupan.

30 April 2007

Pundi-pundi uang PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) per 31 Maret 2007 mengalami penyusutan sekitar 12,1 persen menjadi Rp3,042 trilyun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 senilai Rp3,460 trilyun. Penyusutan laba bersih ini disebabkan oleh membengkaknya beban usaha dari Rp8,403 trilyun dari Rp6,239 trilyun. Dari sisi pendapatan terlihat ada peningkatan sebesar 22,8 persen menjadi Rp14,509 trilyun dari sebelumnya Rp11,817 trilyun ditopang dengan bertambahnya jumlah pelanggan dari 26,951 juta nomor menjadi 38,903 juta nomor. Sementara laba usaha di triwulan pertama 2007 bertambah menjadi Rp6,106 trilyun dari Rp5,577 trilyun. Penyusutan ini mennyebabkan penurunan pion pada telkom setelah pembukaan sebesar Rp. 10.700,00 menjadi Rp. 10.500,00 pada saat penutupan, dan pada titik terendah drop hingga250poin.

MEI

10 Mei 2007

Layanan internet Speedy selama triwulan pertama 2007 memberikan kontribusi hingga 15 persen dari total pendapatan Telkom. Pertumbuhan jumlah pelanggan layanan internet itu semakin pesat, apalagi sejak adanya pemangkasan tarif sejak April lalu memacu peningkatan pelanggan hingga 30 persen dan saat ini jumlah pelanggan sudah mencapai 140 ribu. Diharapkan layanan Speedy ini bisa memberikan sumbangan pendapatan sebesar 24 persen dengan jumlah pelanggan 385 ribu sampai akhir tahun ini.

28 Mei 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sepanjang thaun 2006 membukukan keuntungan bersih senilai Rp11 trilyun atau Rp547,15 per saham. Laba bersih yang diraih perusahaan telekomunikasi raksasa nomor satu di Indonesia itu meningkat tajam dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp7,99 trilyun atau Rp396,51 per saham. Manajemen Telkom menjelaskan, pesatnya pertumbuhan laba tidak lepas dari meningkatnya pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi Rp51,29 trilyun dari Rp41,80 trilyun. Dari total pendapatan tersebut, bisnis telepon seluler memberikan kontribusi sejumlah Rp20,622 trilyun. Tetapi hal ini tidak menyebabkan adanya perubahan pada saat pembukaan dan penutupan saham.

31 Mei 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah mencari pendanaan baru sekitar Rp2 trilyun untuk membiayai belanja modal PT Telkomsel. Sumber dana untuk pembiayaan tersebut bisa berasal dari pinjaman bank atau penerbitan obligasi. Perseroan akan lebih memilih opsi pinjaman bank jika bunga yang ditawarkan rendah dan syarat pinjaman yang menarik. Meski banyak lembaga pembiayaan yang siap memberikan pinjaman pada perseroan, namuan Telkom tidak mematok kapan dana tersebut bisa diperoleh. Isu ini membuat harga saham telkom menjadi turun, sempat turun sebesar 200 pion tetapi bisa merangkak naik walaupun hanya 100 poin pada saat penutupan.


JUNI

20 Juni 2007

PT Telkom Internasional akan mengembangkan kerjasama internasional dalam bisnis telekomunikasi, hal ini mendongkrak kenaikan saham telkom sebesar 150 poin. Meski berminat merambah ke pasar global, namun perusahaan milik negara itu menyatakan tidak akan mengabaikan pasar dalam negeri karena bagaimanapun potensi pasar domestik sampai saat ini masih bagus. Kedepannya kerjasama internasional akan dilakukan melalui anak perusahaan. Telkom sejak dini secara bertahap akan membangun kompetensi di bisnis telekomunikasi internasional. Telkom juga memiliki sumberdaya yang bisa dimanfaatkan, seperti satelit dan link domestik untuk koneksi internasional. Bukan itu saja, Telkom juga memiliki pusat-pusat pelatihan, R&D Center di bidang ICT, lembaga pendidikan seperti STT Telkom, lembaga konsultasi. Seluruh sumberdaya Telkom bisa dimanfaatkan operator-operator negara berkembang.


JULI

2 Juli 2007

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyetujui pembagian dividen tahun bukui 2006 sebesar Rp6,05 trilyun atau setara Rp303,205 per saham. Dalam rapat tersebut sebenarnya manajemen TLKM sudah mengusulkan pembagian dividen sebesar 50 persen namun pemerintah selaku pemegang saham utama menginginkan keuntungan yang dibagikan mencapai 55 persen. Pembagian deviden sebesar 55 persen ini membuat kenaikan saham telkom sebesar 50 poin dan mencapi titik tertinggi Rp. 9.950,00. Serta buy back saham telkom yang disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), program pembelian kembali (buy back) saham perseroan tahap dua sebanyak 215 juta lembar, pelaksanaan buy back tahap II tidak akan mempengaruhi program investasi perseroan karena dana yang dimiliki perseroan mencukupi.

31 Juli 2007

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali membuktikan diri sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pada paruh pertama 2007, keuntungan bersih yang diraih Telkom meningkat sekitar 13,9 persen menjadi Rp6.624,92 milyar atau Rp331,49 per saham dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sejumlah Rp5.818,96 milyar atau Rp288,71 per saham. Tak tanggung-tanggung, pendapatan usaha perseroan semester I lalu bertambah sebesar Rp5.791,88 milyar menjadi Rp29.788,43 milyar dimana bisnis telepon seluler memberikan kontribusi sebesar 38,3 persen dari total pendapatan perseroan atau Rp11.398,52 milyar dan pendapatan dari telepon bergerak 19,0 persen. Adapun pendapatan perseroan dari bisnis jasa data dan internet memberikan kontribusi 21,1 persen serta interkoneksi sebesar Rp5.802,82 milyar. Sisanya dari bisnis jaringan, pola bagi hasil dan jasa telekomunikasi terkait lainnya. Dengan semakin meningkatnya laba Telkom kredibilitasnya pun ikut naik, hal ini menyebabkan nilai saham Telkom mengalami kenaikan Rp 300,00 pada awal pembukaan tanggal 31 sampai penutupan hari itu juga.


SEPTEMBER

12 September 2007

Selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meningkatkan kapasitas jaringan TelkomFlexi guna mengantisipasi terjadinya lonjakan traffic baik percakapan maupun pesan singkat (SMS). Vice President Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, di Jakarta, Selasa (11/09), mengatakan, bukan hanya kapasitas jaringan yang ditambah, perseroan juga meluncurkan paket-paket khusus yang memberikan nilai tambah dan kenyamanan bagi pelanggan, seperti diskon tarif. Artinya TelkomFlexi bisa memanfaatkan layanan Flexi Combo dengan tarif call forwarding hanya Rp49 per menit. Selama periode 11 September hingga 31 Oktober 2007, pelanggan bisa menerima penggilan meski tengah berada di kampung halaman. Dengan semakin berkualitasnya jaringan Flexi meningkat pula kepercayaan para investor terhadap Telkom, dengan hal ini meningkat pula nilai saham Telkom sebesar Rp 50,00 dari penutupan tanggal 11 September ke pembukaan tanggal 12


OKTOBER

30 Oktober 2007

Manajemen Telkom dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (30/10), menjelaskan, minimnya pertumbuhan laba karena sampai akhir September lalu perseroan tidak membukukan pendapatan kerjasama operasi berbanding terbalik dengan tahun lalu dengan torehan Rp485,34 milyar ditambah lagi dengan meningkatnya beban usaha menjadi Rp25,39 trilyun dari Rp20,01 trilyun. Hal ini menyebabkan harga saham Telkom turun sebesar 500 poin





NOVEMBER

20 November 2007

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) dengan ini menyampaikan bahwa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui sidang majelis tanggal 19 November 2007 telah memberikan keputusannya, sebagaimana dimuat dalam website KPPU, yang melibatkan salah satu anak perusahaan TELKOM yakni PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”), dengan dikeluarkannya keputusan oleh KKPU pihak TELKOM akan menghormati segala proses hukum yang dilakukan oleh KPPU, dan akan mendukung segala upaya hukum yang dilakukan oleh Telkomsel. Dengan adanya isu ini, maka berdampak pada saham telkom yang mengalami penurunan sebanyak 150 poin pada hari berikutnya.


DESEMBER

18 Desember 2007

Sesuai dengan keputusan Rapat Direksi yang diselenggarakan pada tanggal 6 November 2007, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan) dengan ini memberitahukan bahwa Perseroan memutuskan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2007 sebesar Rp. 48,45 (empat puluh delapan rupiah koma empat puluh lima) per lembar saham dengan nominal Rp.250,- (dua ratus lima puluh rupiah) kepada seluruh pemegang saham Dividen interim akan dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 18 Desember. Dengan adanya pembagian deviden pada pemegang saham, harga saham Telkom mengalami kenaikan pada tanggal 18 sebesar Rp 200,00.


18 Desember 2007

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) dengan ini mengumumkan bahwa TELKOM melalui anak perusahaannya PT. Multimedia Nusantara (Metra) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat CSPA (Conditional Purchase & Sale Agreement) untuk mengakuisi 80 % saham PT. Sigma Cipta Caraka (Sigma). Perjanjian ini ditandatangani dengan harapan agar TELKOM Group dapat memperkuat posisinya dalam pasar teknologi informasi dan enterprise di Indonesia. Adanya akuisi ini berpengaruh pada harga saham telkom yang mengalami kenaikan 200 poin dari Rp 9850 pada harga pembukaan tanggal 18 Desember menjadi Rp 10050,00 pada harga penutupan hari tersebut.


JANUARI 2008

25 Januari 2008

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) dengan ini mengumumkan bahwa TELKOM melalui anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International, (TII) (secara bersama disebut "TELKOM Group) telah mengakuisi sekitar 6,8% saham SCICOM (Msc) Berhad (SCICOM) melalui Kuala Lumpur Stock Exchange. Sejalan dengan tekad TELKOM untuk mengembangkan bisnis un-organik dan memperkuat segmen bisnis corporate, TII melakukan investasi strategis ke SCICOM, sebuah perusahaan Business Process Outsourcing & Contact Center terkemuka di Malaysia. Dengan adanya akuisi ini berdampak positif pada harga saham telkom yang naik 150 poin dari harga penutupan tanggal 24 Rp 9050,00 menjadi Rp 9200,00 pada harga pembukaan tanggal 25 Februari dan ditutup pada harga Rp9350,00 pada hari tersebut.


FEBRUARI 2008

6 Februari 2008

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meluncurkan program Flexi Imlek dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek. Program ini dilakukan bekerjasama dengan mitra content provider dan label recording dengan menghadirkan fitur SMS Imlek, SMS Melodi, dan SMS Color, WAP serta Flexitone Imlek. Executive General Manager Telkom Divre II Adeng Achmad dalam siaran persnya, Selasa (05/02), mengatakan, diharapkan dengan adanya fitur baru ini maka jumlah pelanggan Flexi bisa bertambah sehingga jumlah pelanggan setelah dilakukan migrasi ke frekuensi 800 MHz bisa dipertahankan. Nilai harga saham mengalami kenaikan pada tanggal 5 Februari dari pembukaan Rp 9.600,00 menjadi Rp 10.000,00 pada penutupan hari itu juga.

11 Februari 2008

Langkah sinergi ditempuh TelkomGroup selain untuk memperkuat posisi bisnisnya di tengah persaingan antaroperator yang semakin ketat, juga untuk memperluas jangkauan layanan yang lebih merata hingga ke daerah-daerah. Pertama, sinergi BTS bisa menghasilkan tingkat efisiensi investasi yang tinggi daripada membangun menara baru yang mahal. Kedua, selain memangkas biaya investasi, biaya yang keluar dari pihak Telkom kepada Telkomsel dalam kaitan sharing BTS akan tetap berputar dalam lingkungan Telkom Group sendiri Ketiga, sinergi BTS Telkom-Telkomsel akan mempercepat penggelaran (deployment) jaringan karma apa yang harus dilakukan Telkom hanya memasang BTS Flexi pada menara yang sudah jadi. Keempat, jangkauan menara Telkomsel yang luas sangat membantu perluasan jangkauan Flexi ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini berpengaruh pada harga saham telkom yang naik selama beberapa hari berikutnya (12-13 Februari 2008). Pada tanggal 12 Februari, harga saham naik 150 poin dari harga penutupan tanggal 11 Rp 9550,00 menjadi Rp 9700,00 pada harga pembukaan tanggal 12 Februari.


TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN (KEU330) PT. TELKOM

PROFIL PERUSAHAAN

Perusahaan yang kami analisis adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. Telkom). Perusahaan ini berkantor pusat di GKP Lantai 7 Jl. Japati No. 1 , Bandung 40133; merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (InfoComm) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM (yang selanjutnya disebut juga Perseroan atau Perusahaan) menyediakan jasa telepon tidak bergerak kabel (fixed wire line), jasa telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (cellular), data & internet dan network & interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 September 1991 tetapi baru mulai didaftarkan pada pasar modal tanggal 14 September 1995.

Susunan pengurus perusahaan saat ini adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Tanri Abeng

Komisaris : Mahmuddin Yasin

Komisaris : Anggito Abimanyu

Komisaris Independen : Arif Arryman

Komisaris Independen : Petrus Sartono

Komite Audit (Ketua) : Arif Arryman

Komite Audit : Petrus Sartono

Komite Audit : Gatot Trihargo

Komite Audit : Muhammad Ghazali Latief

Komite Audit : Salam

Komite Audit : Sahat Pardede

Komite Audit : Dodi Syaripudin

Direktur Utama : Rinaldi Firmansyah

Direktur : Faisal Syam

Direktur : Ermady Dahlan

Direktur : Sudiro Asno

Direktur : Arief Yahya

Direktur : I Nyoman Gede Wiryanata

Direktur : Indra Utoyo

Direktur : Prasetio

Corporate Secretary : Harsya Denny Suryo

Sampai dengan 31 Desember 2006 jumlah pelanggan TELKOM sebanyak 48,5 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,7 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 4,2 juta pelanggan dan 35,6 juta pelanggan jasa telepon bergerak. Sejalan dengan visi TELKOM untuk menjadi perusahaan InfoComm terkemuka di kawasan regional serta mewujudkan TELKOM Goal 3010 maka berbagai upaya telah dilakukan TELKOM untuk tetap unggul dan leading pada seluruh produk dan layanan. Hasil upaya tersebut tercermin dari market share produk dan layanan yang unggul di antara para pemain telekomunikasi.

Saham TELKOM per 31 Desember 2006 dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan pemegang saham publik (48,81%), yang terdiri dari investor asing (45,54%) dan investor lokal (3,27%). Sementara itu harga saham TELKOM di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2006 telah meningkat sebesar 71,2% dari Rp 5.900,- menjadi Rp 10.100,-. Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, saat ini TELKOM menjadi model korporasi terbaik Indonesia.