PROFIL PERUSAHAAN
Perusahaan yang kami analisis adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. Telkom). Perusahaan ini berkantor pusat di GKP Lantai 7 Jl. Japati No. 1 , Bandung 40133; merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (InfoComm) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM (yang selanjutnya disebut juga Perseroan atau Perusahaan) menyediakan jasa telepon tidak bergerak kabel (fixed wire line), jasa telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (cellular), data & internet dan network & interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 September 1991 tetapi baru mulai didaftarkan pada pasar modal tanggal 14 September 1995.
Susunan pengurus perusahaan saat ini adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Tanri Abeng
Komisaris : Mahmuddin Yasin
Komisaris : Anggito Abimanyu
Komisaris Independen : Arif Arryman
Komisaris Independen : Petrus Sartono
Komite Audit (Ketua) : Arif Arryman
Komite Audit : Petrus Sartono
Komite Audit : Gatot Trihargo
Komite Audit : Muhammad Ghazali Latief
Komite Audit : Salam
Komite Audit : Sahat Pardede
Komite Audit : Dodi Syaripudin
Direktur Utama : Rinaldi Firmansyah
Direktur : Faisal Syam
Direktur : Ermady Dahlan
Direktur : Sudiro Asno
Direktur : Arief Yahya
Direktur : I Nyoman Gede Wiryanata
Direktur : Indra Utoyo
Direktur : Prasetio
Corporate Secretary : Harsya Denny Suryo
Sampai dengan 31 Desember 2006 jumlah pelanggan TELKOM sebanyak 48,5 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,7 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 4,2 juta pelanggan dan 35,6 juta pelanggan jasa telepon bergerak. Sejalan dengan visi TELKOM untuk menjadi perusahaan InfoComm terkemuka di kawasan regional serta mewujudkan TELKOM Goal 3010 maka berbagai upaya telah dilakukan TELKOM untuk tetap unggul dan leading pada seluruh produk dan layanan. Hasil upaya tersebut tercermin dari market share produk dan layanan yang unggul di antara para pemain telekomunikasi.
Saham TELKOM per 31 Desember 2006 dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan pemegang saham publik (48,81%), yang terdiri dari investor asing (45,54%) dan investor lokal (3,27%). Sementara itu harga saham TELKOM di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2006 telah meningkat sebesar 71,2% dari Rp 5.900,- menjadi Rp 10.100,-. Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, saat ini TELKOM menjadi model korporasi terbaik Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar