Rabu, 09 April 2008

TUGAS RISK & RETURN MKL PT. TELKOM,Tbk.

PENDAHULUAN


PROFIL PERUSAHAAN

Perusahaan yang kami analisis adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT. Telkom). Perusahaan ini berkantor pusat di GKP Lantai 7 Jl. Japati No. 1 , Bandung 40133; merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (InfoComm) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM (yang selanjutnya disebut juga Perseroan atau Perusahaan) menyediakan jasa telepon tidak bergerak kabel (fixed wire line), jasa telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (cellular), data & internet dan network & interkoneksi baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 September 1991 tetapi baru mulai didaftarkan pada pasar modal tanggal 14 September 1995.

Susunan pengurus perusahaan saat ini adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Tanri Abeng

Komisaris : Mahmuddin Yasin

Komisaris : Anggito Abimanyu

Komisaris Independen : Arif Arryman

Komisaris Independen : Petrus Sartono

Komite Audit (Ketua) : Arif Arryman

Komite Audit : Petrus Sartono

Komite Audit : Gatot Trihargo

Komite Audit : Muhammad Ghazali Latief

Komite Audit : Salam

Komite Audit : Sahat Pardede

Komite Audit : Dodi Syaripudin

Direktur Utama : Rinaldi Firmansyah

Direktur : Faisal Syam

Direktur : Ermady Dahlan

Direktur : Sudiro Asno

Direktur : Arief Yahya

Direktur : I Nyoman Gede Wiryanata

Direktur : Indra Utoyo

Direktur : Prasetio

Corporate Secretary : Harsya Denny Suryo

Sampai dengan 31 Desember 2006 jumlah pelanggan TELKOM sebanyak 48,5 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,7 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 4,2 juta pelanggan dan 35,6 juta pelanggan jasa telepon bergerak. Sejalan dengan visi TELKOM untuk menjadi perusahaan InfoComm terkemuka di kawasan regional serta mewujudkan TELKOM Goal 3010 maka berbagai upaya telah dilakukan TELKOM untuk tetap unggul dan leading pada seluruh produk dan layanan. Hasil upaya tersebut tercermin dari market share produk dan layanan yang unggul di antara para pemain telekomunikasi.

Saham TELKOM per 31 Desember 2006 dimiliki oleh pemerintah Indonesia (51,19%) dan pemegang saham publik (48,81%), yang terdiri dari investor asing (45,54%) dan investor lokal (3,27%). Sementara itu harga saham TELKOM di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2006 telah meningkat sebesar 71,2% dari Rp 5.900,- menjadi Rp 10.100,-. Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, saat ini TELKOM menjadi model korporasi terbaik Indonesia.










PEMBAHASAN


Analisis :


Pada tanggal 22 januari 2008 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG pada perdagangan Selasa (22/1) ditutup anjlok hingga 191,355 poin (7,70%) ke level 2.294,524, LQ 45 anjlok 45,687 poin (8,65%) ke level 482,739, sedangkan saham Telkom turun sebesar 500 poin. Anjloknya indeks harga saham gabungan (BEI) merupakan gejala global yang terjadi di seluruh bagian dunia. Hal ini disebabkan dari estimasi bakal terjadi krisis ekonomi di Amerika Serikat. Akibat dari berita tersebut Investor di Bursa Efek Indonesia terus melakukan aksi jual besar-besaran setelah melihat kejatuhan bursa-bursa regional. Hal tersebut menyebabkan nilai harga saham anjlok dan menyebabkan return dari IGSH, LQ45 dan Telkom ikut menurun pula. Hal ini mengakibatkan Return Telkom menurun sebesar -0.023571079, sedangkan return IHSG turun sebesar -0.029007946 menjadi -0.0769768.


Pada 23 Januari 2008 Keputusan bank sentral AS (Federal Reserve) memangkas suku bunga 75 basis poin, memicu harga saham-saham di bursa dunia menguat, termasuk di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu. Selain itu, pasar finansial juga mengalami rebound,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI ditutup naik tajam 181,754 poin (7,92 persen) ke posisi 2.476,278, demikian juga indeks 45 saham dalam kelompok saham terlikuid LQ-45, naik 46,024 poin (9,53 persen) menjadi 528,763. Hal ini menyebabkan return saham telkom naik sebesar 0.109751204 menjadi 0.053571429, sedangkan return pasar IHSG naik sebesar 0.156188868 menjadi 0.079212072.


Pada tanggal 4 Febuari 2008 Masuknya dana asing ke pasar modal Indonesia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit kembali mencapai level 2.700-an. Pada penutupan perdagangan saham Senin (4/2), IHSG menguat 54,276 poin (2,05%) ke posisi 2.701,097. IHSG mengikuti hampir semua bursa regional yang menguat. Lebarnya selisih bunga BI dengan the Fed membuat banyak investor internasional masuk ke pasar modal Indonesia. Indeks LQ-45 naik 14,452 poin (2,53%) ke posisi 584,963. Perdagangan saham sepanjang hari kemarin mencatat transaksi sebanyak 36.869 kali, dengan volume 1,982 miliar unit saham, senilai Rp 3,827 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 35 saham turun dan 57 sahams tagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 9.700. Hal tersebut menyebabkan return Telkom naik 3.7605348 menjadi sebesar 4.3010753. Sedangkan return IHSG naik 0.013258254 menjadi 0.020707105.


Pada tanggal 6 Maret 2008 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa menggapai teritori positif meski didera aksi jual yang tinggi pada perdagangan hari ini. Pembelian selektif yang dilakukan pelaku pasar menjadi pemicunya. Gambaran kenaikan didapat dari data tanggal 5 Maret, Investor masih berhati-hati melakukan pembelian dalam jumlah besar karena kondisi pasar global yang masih labil dan tingginya harga minyak dunia. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (5/3), IHSG naik 4,9 poin (0,19%) ke posisi 2.639,652. Indeks LQ-45 naik 2,477 poin (0,44%) ke level 570,715. Hal ini menyebabkan return Telkom naik sebesar 0.037205899 menjadi 0.031914894, sedangkan return pasar IHSG naik sebesar 0.004506233 menjadi 0.006365991.

















KESIMPULAN


Naik turunnya return saham secara umum dipengaruhi oleh naik turunnya harga saham. Pada perdagangan di bursa saham selama 3 bulan yang dipengaruhi oleh perubahan global membuat perubahan pada nilai return saham dan return pasar. Perubahan-perubahan pada nilai return saham telkom rata-rata mengalami minus sehingga membuat tingkat keuntungan atau tingkat pengembalian modal telkom mengalami kerugian selama 3 bulan tersebut.

Pada perubahan nilai return pasar IHSG secara keseluruhan rata-rata juga mengalami minus sehingga mempengaruhi perubahan pada pasar saham perusahaan yang tergabung di dalam saham gabungan tersebut. Hal ini terlihat dari perubahan harga return saham telkom pada bulan Februari terlihat mengikuti pergerakan harga saham IHSG, tetapi pada bulan yang sebelumnya return saham telkom mengalami perubahan yang searah dengan pergerakan return pasar pada IHSG yang mengalami penurunan. Tetapi pada penurunan tersebut return saham telkom mengalami penurunan yang signifikan bila dibandingkan dengan return pasar IHSG.

Standar deviasi pada return saham telkom dan return pasar IHSG mempunyai nilai yang hampir sama, dengan standar deviasi yang tinggi yaitu Telkom sebesar 2.5% dan IHSG sebesar 2.4%. Dengan begitu kedua return tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi, hal ini menunjukkan ketidakstabilan harga saham dalam kurun waktu 3 bulan. Dengan standar deviasi ini menunjukkan tingkat resiko dari suatu saham perusahaan sehingga bisa memilih saham dari suatu perusahaan dengan tingkat resiko yang lebih kecil.






Tidak ada komentar: